IONECYBER.COM, KAMPAR – Kondisi memprihatinkan dialami oleh ratusan keluarga yang tinggal di Jalan Teropong I, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
Selama lebih dari satu dasawarsa, akses jalan yang menjadi urat nadi aktivitas mereka terbengkalai parah, bahkan warga menyebut kondisinya saat hujan tak ubahnya seperti “kubangan kerbau”.
Kisah pilu ini disampaikan langsung oleh perwakilan warga kepada awak media, Senin (07/04/2026). Warga mengaku sudah lelah berharap, namun janji perbaikan tak kunjung menjadi nyata. Padahal, jalan ini dilalui oleh tidak kurang dari 1.000 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 8 kompleks perumahan besar di kawasan tersebut.
Sudah Hampir 14 Tahun, Rumah Lunas tapi Jalan Rusak
Dalam unek-uneknya, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaan mendalam. Menurutnya, mereka sudah berdomisili di sana selama lebih dari 14 tahun. Cicilan rumah pun sudah hampir lunas, namun fasilitas dasar berupa jalan layak tidak kunjung didapatkan.
“Kami masyarakat Jalan Teropong I memohon dengan sangat kepada Bapak Pj Gubernur Riau agar benar-benar memperhatikan nasib kami. Sudah 14 tahun kami tinggal di sini, rumah kami sudah hampir lunas rata-rata, tapi jalan yang kami lalui begini saja,” keluhnya dengan nada emosional.
Warga menegaskan, upaya aduan sudah dilakukan ke tingkat Kabupaten, yakni kepada Bupati Kampar dan Dinas PUPR setempat. Namun, respons yang diberikan dinilai tidak maksimal. Hanya dilakukan penimbunan dan pengerasan biasa yang tidak bertahan lama.
“Kami sudah minta ke Pemkab Kampar dan Dinas PUPR, tapi tidak ada kejelasan. Yang ada hanya ditimbun dan dikeras tipis-tipis. Begitu hujan turun sedikit saja, langsung becek, genangan air tinggi seperti kubangan kerbau. Sangat susah dilalui,” tambahnya.
Anak Sekolah hingga Ibu Pasar Tersiksa
Kondisi ini tentu sangat menyiksa seluruh elemen masyarakat. Mulai dari anak-anak sekolah yang harus berbasah-basahan atau berjalan kaki menembus lumpur, para pekerja yang harus berangkat pagi, hingga ibu-ibu yang hendak berbelanja ke pasar atau menjemput buah hati.
Akses yang buruk ini membuat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat lumpuh total setiap kali musim hujan tiba.
Ancaman Boikot Coblosan nantik : “Kalau Tidak Diperhatikan, Kami Tidak Usah Ikut Pilkada”
Sebagai warga negara yang taat, warga merasa hak-hak mereka terabaikan. Terlebih lokasi ini berada di perbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru, namun seolah menjadi “wilayah terlantar” yang dilupakan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar maupun Provinsi Riau.
Karena sudah tidak tahan menunggu, warga memberikan peringatan keras. Menjelang momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) nanti, mereka menyindir keras jika perbaikan tidak kunjung terealisasi.
“Kami sudah resah dan muak. Kalau perlu nanti saat Pilkada, kami masyarakat Jalan Teropong I tidak usah ikut mencoblos saja. Buat apa memilih pemimpin kalau nasib kami tidak pernah dipedulikan?” tegasnya.
Permohonan Terbuka ke Pj Gubernur dan Kepala Dinas PUPR Riau
Melalui media ini, warga menyampaikan permohonan terbuka dan memohon kehadiran langsung dari Penjabat (Pj) Gubernur Riau untuk turun tangan melihat langsung kondisi di lapangan.
“Kami memohon kepada Bapak Pj Gubernur Riau, Bapak Bupati Kampar, serta Kepala Dinas PUPR Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar. Tolong perhatikan kami masyarakat Kubang Jaya ini.
Jangan hanya memanjakan daerah yang sudah maju saja, tapi lihat juga kami yang ada di perbatasan. Kami juga warga Riau yang membayar pajak dan berhak mendapatkan jalan yang layak,” pungkas warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait terkait keluhan yang disampaikan oleh warga Jalan Teropong I ini. BERSAMBUNG












