IONECYBER.COM, PEKANBARU – Menindak lanjuti hasil investigasi tim dilapangan kembali, Ketua Umum DPP. LSM Forum Masyarakat Pemantau APBD & APBN (FORTARAN) H. Tamar Johan, S. Sos, M. Si., didampingi Sekjen Messanwansyah, kembali menindak lanjuti terkait temuan adanya salah satu diduga SPBU nakal di daerah.
Sebelumnya dalam updet publikasi awal terkait adanya hasil temuan investigasi tim dilapangan menemukan adanya diduga salah satu SPBU nakal di jalan RingRoad kampung Dagang kecamatan Rengat kabupaten Indragiri Hulu.
Kunjungan ketum DPP LSM FORTARAN yang didampingi sekjen ke kantor PERTAMINA Wilayah Riau yang berada di Jalan Sisingamangaraja nomor 141 Rintis kecamatan Limapuluh kota Pekanbaru Riau. Salah satu security penjagaan saat ditemui memberikan pandangan dimana setiap laporan pelapor terlebih dahulu menyampaikan surat laporan resmi ke kantor PERTAMINA Wilayah Riau, proses selanjutnya pihak PERTAMINA akan memberikan jadwal pertemuan.
Usai berkoordinasi ke kantor PERTAMINA Tamar Johan sedikit memberikan informasi terkait kunjungan ke kantor PERTAMINA “beberapa Minggu lalu tim kita menemukan aktivitas salah satu SPBU yang diduga nakal di daerah Inhu, dimana hasil pantauan tim dilapangan aktivitas SPBU tersebut acapkali melayani mobil langser pengepul BBM bersubsidi.
Operandi yang dilakukan mafia pengepul BBM ilegal pembeli Barcode yang mereka gunakan diduga Barcode QR Pertamina milik orang lain dan diduga palsu. Mobil yang digunakan pengepul membeli dengan pengisian jerigen dengan jumlah yang banyak.
Jelas BBM bersubsidi yang tadinya jatah masyarakat berubah fungsi dinikmati oleh oknum-oknum yang kurang bertanggungjawab yang dengan sengaja nya untuk mencari keuntungan pribadi.
“Bila Pertamina Riau tidak melakukan penertiban maka pihak LSM FORTARAN Riau akan meneruskan ke PT.Pertamina (Persero) Kantor Pusat di Jakarta, termasuk ke Menteri ESDM dan Menteri BUMN.Bahkan baru baru ini Menteri Pekerjaan Umum baru saja bersurat ke DPP LSM FORTARAN dalam hal kordinasi atas pelaporan yang kita sampaikan, tegas Tamar Johan
Hal senada juga disampaikan Messanwansyah atau yang kerab disapa bung Iwan “aktivitas lembaga kita jelas berskala Nasional, dan kerjasama dengan lembaga Pemerintah. Control sosial yang kita selenggarakan selama ini bukan hanya menyikapi kinerja Pemerintah, BUMN bahkan lembaga swasta yang notabenenya bermitra dengan pemerintah juga kita berikan perhatian serius seperti SPBU.
Upaya yang telah kita lakukan diawal, kita sudah konfirmasi kepada salah satu pengawas SPBU tersebut, namun upaya konfirmasi kita terkesan diabaikan tanpa ada respon positif. Adanya aktivitas oknum pengepul BBM ilegal bekerjasama dengan pihak SPBU tentu sudah sangat merugikan masyarakat banyak, dimana jatah BBM masyarakat berubah fungsi dikuasai oknum yang kurang bertanggungjawab, tegasnya.
Diakhir penyampaiannya bung Iwan, dalam waktu dekat ini lembaga kita akan melengkapi dokumen resmi pelaporan ke pihak PERTAMINA Riau, agar pihak PERTAMINA dapat menertibkan SPBU nakal, tutupnya.
Tim DPP LSM FORTARAN.












