BeritaDaerahSiak

Maraknya Hoaks Demo Jelang HUT RI, Menkomdigi Minta Media Percepat Verifikasi Fakta

1
×

Maraknya Hoaks Demo Jelang HUT RI, Menkomdigi Minta Media Percepat Verifikasi Fakta

Sebarkan artikel ini

IONECYBER.COM, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan penyebaran hoaks yang marak beredar di media sosial menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Di saat yang sama, ia meminta media massa mempercepat penyampaian informasi yang akurat dan terverifikasi agar tidak memberi ruang bagi berkembangnya disinformasi di ruang digital.

Imbauan tersebut disampaikan Meutya di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026), menyusul maraknya unggahan video yang diklaim sebagai aksi demonstrasi besar di Indonesia.

Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah, sebagian besar video yang beredar merupakan rekaman lama, hasil penyuntingan, atau bahkan peristiwa yang terjadi di luar negeri namun dikemas seolah-olah merupakan kejadian terbaru di Indonesia.

“Teman-teman media silakan meliput dan memberitakan yang benar dengan cepat agar tidak memberi ruang kepada disinformasi yang masuk,” kata Meutya.

Menurut dia, kecepatan media dalam menghadirkan informasi yang benar menjadi salah satu faktor penting untuk membendung penyebaran narasi palsu yang dapat membingungkan sekaligus meresahkan masyarakat.

Meutya menjelaskan, pola penyebaran hoaks kini semakin beragam. Tidak sedikit konten yang sepenuhnya merupakan informasi palsu, namun ada pula yang memanfaatkan materi lama dengan konteks berbeda atau mengambil rekaman dari negara lain untuk membangun persepsi seolah-olah terjadi aksi demonstrasi besar di Indonesia.

“Teman-teman harus melihat videonya. Ada yang betul-betul hoaks karena kejadiannya tidak pernah ada. Ada yang menggunakan gambar lama dengan konteks yang berbeda. Ada pula yang menggabungkan kejadian di negara lain seolah-olah terjadi di Indonesia,” ujarnya.

Ia menilai media memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi publik melalui kerja jurnalistik yang mengedepankan verifikasi, akurasi, dan keberimbangan.

Pemberitaan yang cepat dan tepat dinilai mampu meminimalkan ruang penyebaran informasi palsu yang sengaja dibuat untuk memicu ketakutan maupun keresahan di tengah masyarakat.

“Informasi yang benar adalah tanggung jawab bersama. Media memiliki peran penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan fakta, bukan informasi yang sengaja dibuat untuk menimbulkan ketakutan,” kata Meutya.

Selain meminta peran aktif media, Meutya juga mengimbau masyarakat agar lebih kritis terhadap berbagai konten yang beredar di media sosial. Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai ataupun menyebarluaskan video yang belum dipastikan kebenarannya.

Berdasarkan hasil pemantauan Kementerian Komdigi, sejumlah video yang kembali viral diketahui merupakan rekaman lama yang diunggah ulang tanpa mencantumkan waktu maupun konteks kejadian. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membentuk persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Penyebaran informasi palsu bukan hanya persoalan konten digital. Informasi hoaks berdampak pada keputusan orang per orang dari hari ke hari. Ada yang jadi takut keluar, ada yang khawatir ketika bekerja. Menurut saya hal itu tidak tepat, tidak benar, dan mencederai nilai-nilai demokrasi serta semangat nasionalisme di momen peringatan Hari Kemerdekaan,” tutur Meutya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa, untuk bersama-sama menjaga ruang digital tetap sehat dengan mengedepankan informasi yang benar, telah diverifikasi, dan bermanfaat bagi publik.

Menurut Meutya, sikap bijak dalam menggunakan media sosial menjadi salah satu cara efektif untuk menekan penyebaran hoaks maupun disinformasi yang sengaja dibuat untuk menipu, menyesatkan, atau memanipulasi opini publik.

“Maka saya mengimbau, jangan menyebarkan informasi palsu dengan tujuan membuat ketakutan di tengah masyarakat menggunakan data yang tidak benar,” tegasnya.***(ADV)