DaerahPelalawan

Pria di Pelalawan Diserang Harimau Sumatera saat Istirahat di Atas Pompong

10
×

Pria di Pelalawan Diserang Harimau Sumatera saat Istirahat di Atas Pompong

Sebarkan artikel ini

IONECYBER.COM, PELALAWAN – Seekor harimau dilaporkan menyerang seorang warga di area Dermaga PT SPA Serapung, Desa Teluk, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.

Korban bernama Kohai. Ketika kejadian, korban tengah bersama lima rekannya melakukan perjalanan menggunakan tabut atau pompong, di Desa Teluk Serapung.

Karena kondisi air sungai atau laut surut, rombongan memutuskan bersandar sementara di Dermaga PT SPA Serapung sejak Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB untuk menunggu air pasang.

Saat para warga beristirahat di atas pompong, seekor Harimau Sumatera tiba-tiba muncul dari arah daratan atau semak-semak di sekitar dermaga. Satwa tersebut langsung menerkam korban pada bagian belakang kepala.

Peristiwa itu disaksikan salah satu rekan korban yang kemudian berteriak meminta pertolongan. Petugas keamanan Pos Dermaga PT SPA Serapung yang menerima informasi tersebut segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan evakuasi.

Korban selanjutnya dibawa menggunakan kendaraan operasional ke Pos P3K PT SPA Serapung untuk mendapatkan penanganan medis awal. Setelah itu, korban dirujuk ke Puskesmas Penyalai untuk penanganan lebih lanjut.

Laporan kejadian tersebut diterima Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dari PBPH PT SPA Serapung. Tim langsung diturunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan dan penanganan awal.

“Tim kami segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi di lokasi, menghimpun informasi, serta melakukan langkah-langkah mitigasi guna mencegah kejadian serupa,” ujar Kepala BBKSDA Riau, Supartono, Jumat (27/2/2026)

Supartono menjelaskan, hingga saat ini tim BBKSDA Riau bersama para pihak terkait masih melakukan pemantauan intensif di lokasi kejadian.

Langkah yang dilakukan meliputi penelusuran di sekitar area dermaga, pengumpulan data lapangan, serta upaya mitigasi untuk mencegah interaksi lanjutan antara satwa liar dan masyarakat.

“Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak setempat untuk memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi,” kata Supartono.

Supartono juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya di wilayah yang berbatasan dengan habitat satwa liar. Warga diminta menghindari aktivitas di area rawan pada malam.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di area rawan pada malam hari, dan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan keberadaan satwa liar di sekitar,” ingat Supartono.***