IONECYBER.COM, Pelalawan – Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM. melakukan audiensi dan koordinasi bersama BMKG Provinsi Riau terkait kondisi cuaca, curah hujan dan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan di Ruang Rapat Kantor Bupati Pelalawan, Kamis (24/9/2026).
Tim BMKG dipimpin Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Warjono, S.Si., M.Kom. Turut hadir Sekda Pelalawan Tengku Zulfan, Kalaksa BPBD Zulfan serta sejumlah kepala OPD terkait.
Bupati Zukri mengatakan informasi cuaca dan curah hujan sangat penting sebagai dasar pemerintah daerah dalam melakukan antisipasi. Menurutnya, potensi banjir di Pelalawan tidak hanya dipengaruhi curah hujan lokal, tetapi juga kondisi hulu Sungai Kampar, khususnya Sumatera Barat, serta pasang air laut.
“Kami membutuhkan informasi lintas provinsi. Kalau hujan di Sumatera Barat tinggi dan debit PLTA Koto Panjang meningkat, kami perlu berkoordinasi agar pelepasan air dapat dilakukan secara bertahap. Jangan sampai ketika sudah penuh baru dibuka sehingga air keluar dalam jumlah besar.” ujar Bupati.
Bupati juga meminta informasi kondisi cuaca di Sumatera Barat, khususnya menjelang puncak musim hujan, sebagai bahan koordinasi dengan pihak PLTA Koto Panjang. Hal ini penting untuk mencegah banjir yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan akses jalan nasional.
Sementara itu, Warjono menyampaikan musim penghujan di Pelalawan diperkirakan mulai Oktober dasarian pertama dengan puncak hujan mayoritas terjadi pada Desember. Meski intensitas hujan pada Oktober belum terlalu tinggi, masyarakat dan pemerintah daerah tetap perlu mewaspadai cuaca ekstrem berupa angin kencang, petir, banjir dan longsor.
“Untuk wilayah bekas kebakaran, hujan dengan intensitas tinggi juga perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko banjir bandang maupun longsor.” jelasnya.
Warjono mengatakan BMKG akan terus memberikan informasi dan peringatan dini kepada pemerintah daerah sebagai bahan dalam memetakan wilayah rawan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan.
Bupati Zukri berharap informasi tersebut dapat menjadi acuan bagi OPD terkait untuk menyusun langkah antisipasi sekaligus menyosialisasikannya kepada masyarakat, sehingga potensi dampak musim penghujan dapat diminimalkan.***(ADV)












